Rendang jadi salah satu masakan Indonesia paling terkenal di dunia, diolah dari daging yang dimasak lama dengan santan dan rempah sampai kering dan empuk. Proses masak yang panjang itu justru yang bikin rendang padat kalori — bukan cuma dari dagingnya, tapi dari santan yang menyusut dan mengental selama berjam-jam.
Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, yang dikutip Hellosehat, rendang daging sapi mengandung 193 kalori per 100 gram. Satu potong ukuran kecil (50 gram) setara 95-100 kalori untuk rendang sapi, atau 110-120 kalori untuk rendang ayam, menurut Natural Farm Indonesia.
Untuk satu porsi utuh (240 gram), Hellosehat dan FatSecret Indonesia sama-sama mencatat sekitar 468 kalori. Kalau dimakan bersama nasi sebagai satu porsi nasi padang lauk rendang (380 gram total), totalnya sekitar 664 kalori, menurut data FatSecret yang dikutip merdeka.com — sudah memenuhi 26-33 persen kebutuhan kalori harian.
Hellosehat mencatat satu porsi rendang daging mengandung sekitar 26,5 gram lemak, setara 238 kalori dari lemak saja — hampir separuh dari total kalori porsi itu, dan sudah mencukupi setengah kebutuhan lemak harian orang dewasa.
Sumber lemaknya bukan cuma dari daging, tapi terutama dari santan yang dimasak lama sampai mengental. Semakin lama proses memasak dengan api kecil, semakin banyak air yang menguap dan semakin pekat santannya — itu yang membuat rendang matang sempurna secara rasa, tapi juga makin padat kalori per suapannya, menurut Halodoc.
Natural Farm Indonesia menyarankan memilih potongan daging rendah lemak seperti paha belakang (topside) atau has dalam (tenderloin) dibanding bagian berlemak, serta membatasi kuah kental yang ikut dimakan bersama dagingnya.
Rendang tetap bisa jadi sumber protein yang baik dalam porsi wajar, karena proteinnya membantu rasa kenyang lebih lama. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah potongan dan seberapa sering dikonsumsi, mengingat kandungan lemaknya yang padat.
Kalau situs ini kepakai, bantu sebarin biar makin banyak yang ketolong.