Halaman lagi ke-zoom, jadi ada bagian yang kepotong. Coba cubit layar ke dalam (pinch-zoom out) biar semua kelihatan.
KaloriLokal
← Kembali ke Artikel

Gorengan itu jajanan murah, tapi kalorinya nggak murah

Nggak semua gorengan pinggir jalan setara. Ada yang minimal masih nyumbang sesuatu buat tubuh — protein dari tempe atau tahu. Ada juga yang isinya nyaris cuma tepung dan minyak, kalorinya tinggi tapi nyaris tidak ada gizinya. Bedanya lumayan jauh kalau dilihat angkanya.

Yang masih ada isinya

Tempe mentah sebelum digoreng punya sekitar 195 kalori per 100 gram dengan protein 18-20 gram, menurut Alodokter. Setelah digoreng tanpa tepung, kalorinya naik ke kisaran 260 kalori, tapi protein dari kedelainya tetap ada. Tahu juga begitu — dari sekitar 80 kalori per 100 gram saat direbus, naik ke 80-100 kalori per potong sedang saat digoreng, menurut data yang dihimpun Kontan MomsMoney.

Bakwan sayur ada di posisi tengah. Kalorinya tergantung banyak sayur di dalamnya — dokter spesialis gizi klinik Yohan Samudra dari Primaya Hospital Tangerang, lewat detikHealth, menyebut satu bakwan atau cireng bisa sampai 100 kalori. Kalau isinya didominasi wortel dan kol, setidaknya ada serat dan vitamin yang ikut masuk.

Yang isinya nyaris cuma tepung

Cireng jadi contoh paling jelas. Penelitian kandungan gizi cireng aneka isi yang dipublikasikan di jurnal Tata Boga Unesa mencatat satu buah cireng (40 gram) mengandung 396-439 kalori, dengan lemak 35-40 gram — tapi proteinnya cuma 0,2 sampai 3,5 gram. Bandingkan dengan tempe goreng yang proteinnya bisa di atas 15 gram per 100 gram. Cireng nyaris seluruhnya lemak dan karbohidrat, nyaris tidak ada nilai gizi lain yang ikut terbawa.

Pisang goreng ada di angka 146 kalori, pisang molen 275 kalori, dan singkong goreng 160 kalori per potong, menurut catatan konsultan diet di Substack Diet Strategy. Semuanya sumber karbohidrat yang dilapis tepung dan digoreng — enak, tapi nilai gizinya sebatas energi, tanpa protein atau serat yang berarti.

Kenapa gampang kebablasan

Masalah gorengan bukan cuma di kalori per potong, tapi di kebiasaan makannya. Dokter gizi klinik Elfina Rachmi dari PDGKI, dalam keterangan ke Antara, menjelaskan kalori dari makanan berlemak itu dua kali lipat lebih tinggi dibanding karbohidrat atau protein di berat yang sama. Gorengan juga kurang mengenyangkan dibanding nasi dengan lauk, jadi orang cenderung makan lebih dari satu potong.

Lima tempe mendoan saja sudah bisa tembus 1.000 kalori — setara lima porsi nasi. Bedanya, menghabiskan lima porsi nasi sekaligus terasa berat, sementara menghabiskan lima gorengan kecil terasa ringan saja.

Kalau tetap mau ngemil gorengan

Nggak perlu berhenti total. Yang bisa dilakukan: pilih yang masih ada isi proteinnya (tempe, tahu, bakwan sayur) dibanding yang isinya cuma tepung kanji atau tepung terigu polos (cireng, cimol). Batasi jumlahnya — satu atau dua potong sekali makan, bukan sekantong penuh. Dan jangan jadikan gorengan pengganti makan utama, karena kalorinya padat tapi nggak mengenyangkan lama.

Bagikan ke teman

Kalau situs ini kepakai, bantu sebarin biar makin banyak yang ketolong.