Ayam geprek jadi menu yang gampang ditemukan di mana-mana, dari warung pinggir jalan sampai restoran waralaba. Harganya murah, porsinya kelihatan biasa saja — tapi kombinasi ayam berlapis tepung digoreng, nasi putih, dan sambal berminyak bikin totalnya jauh lebih tinggi dari yang orang kira.
Menurut data FatSecret yang dikutip beberapa sumber termasuk Hellosehat dan Orami, ayam geprek mengandung sekitar 263 kalori per 100 gram. Satu potongan ukuran sedang (150 gram) setara dengan 394 kalori. Bagian ayam yang dipakai juga berpengaruh — data dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul mencatat bagian dada mengandung 246 kalori dan 28 gram protein per 100 gram, sementara paha lebih tinggi kalorinya di 360 kalori tapi proteinnya lebih rendah, 18 gram per 100 gram.
Nasi putih satu porsi menyumbang tambahan 200-270 kalori, menurut Halodoc. Sambal yang diulek bersama minyak panas sisa menggoreng menambah lagi sekitar 50-100 kalori. Dijumlahkan, satu porsi lengkap ayam geprek biasanya ada di kisaran 500-700 kalori — dan bisa tembus mendekati 800 kalori kalau porsi ayamnya besar atau ditambah keju leleh, menurut Hellosehat.
Halodoc mencatat kalori pada ayam geprek didominasi lemak jenuh dan karbohidrat sederhana, bukan protein — padahal bahan utamanya daging ayam yang sebenarnya sumber protein baik. Penyebabnya proses menggoreng: lapisan tepung menyerap banyak minyak, dan sambalnya sering disiram minyak panas sisa penggorengan supaya terasa lebih gurih.
Menurut Espos, komposisi kalori dalam sepotong ayam geprek sekitar 62 persen berasal dari lemak, 27 persen protein, dan 11 persen karbohidrat. Lebih dari separuh energinya datang dari lemak — jauh dari proporsi ideal yang disarankan.
Pilih bagian dada dibanding paha kalau ingin protein lebih tinggi dengan lemak lebih rendah, menurut Fakultas Ilmu Kesehatan Esa Unggul. Halodoc juga menyarankan minta sambal dipisah dari minyak panas sisa gorengan, dan mengurangi porsi nasi atau menggantinya sebagian dengan nasi merah.
Ayam geprek tetap bisa dinikmati sesekali. Masalahnya muncul kalau jadi menu harian dengan porsi besar dan tambahan keju atau kremesan — kombinasi itu yang bikin asupan kalori dan lemak harian gampang jebol tanpa terasa.
Kalau situs ini kepakai, bantu sebarin biar makin banyak yang ketolong.